Sahabat Setia

Showing posts with label Palestin. Show all posts
Showing posts with label Palestin. Show all posts

Tuesday, May 29, 2012

Doakan mereka...

Salam sayang umar dan ahmad...

Setelah jamuan kesyukuran hari lahir ahmad sabtu lepas, alhamdulillah, ahmad sudah boleh berjalan dengan lajunya..syukur, syukur alhamdulillah..semoga Allah kuatkan kakimu ahmad demi menguatkan deen yang murni ini...

Umar dan ahmad, ummi mahu mengalih perhatian umar dan ahmad terhadap situasi perit yang sedang berlaku dizaman ini dan saat serta ketika ini...peristiwa dasyat sedang melanda saudara seislammu di syria..beberapa hari lalu, di perkampungan Haulah, berlakunya penyembelihan beramai-ramai terhadap penduduk kampung disana...masyaAllah..... sungguh sayu dan pilu hati kami meratapi peristiwa berdarah tersebut.

Saban waktu ada sahaja teman-teman ummi dan abi mengeposkan gambar2kanak-kanak yang disembelih dan ditetak kepalanya di facebook..begitu besar ujian mereka umar.

Marilah kita sama-sama mendoakan kebangkitan rakyat syria menentang pemerintahan Basyar Assad yang zalim dan kejam itu, sehingga menemui kemenangan yang gilang gemilang dan semoga keruntuhan rejim laknatullah itu dapat sama2 kita saksikan dengan penuh takjub...


Sesungguhnya, kita semua berada bersama2 perjuangan rakyat syria..insyaAllah.Umar dan ahmad ingatilah saat ini, dimana masih pada ketika ini, ummat kita dizalimi dan dikhianati oleh sistem yang direka oleh manusia yang berhati binatang..semoga dimasa akan datang, ia menjadi iktibar dan pendorong semangatmu kerana hari ini bakal menjadi sejarah di masa depan !

Ayyuha syabab ..tajjid ilal ammam..mujahidu fisabilirahman...Li iqoomatil syiaril islam....!!





Friday, June 25, 2010

Bersama Ummu Muhammad

 Akhi NorAzman, Abu Ayyash dan Ummu Muhammad


Umar masih belum mengerti apa-apa..dihadapan kita isteri seorang syuhada...

 Assalamualaikum wrh..
Sudah lama entri ini tertangguh.. Ummi masih mahu meletakkannya disini. Kenang-kenangan Umar, serta buat bacaan ibu-ibu di luar sana..untuk mengerti hakikat kejayaan dan kegigihan seorang suami di atas jalan dakwah dan perjuangan ini adalah didalangi oleh kekuatan seorang isteri..Meskipun ummi tak mampu dengar dengan sempurna perkongsiannya..namun Alhamdulillah..ummi record untuk didengar di rumah. Bila umar makin aktif sememangnya ummi rasa perlu sangat record isi penyampaian supaya tidakla ummi pulang kosong saja kan..apa boleh buat..umar mahu main2 saja di tepi dewan bersama Rifqi..

Umar meniarap bersama rifqi..pandai berkomunikasi bahasa mereka ye..

 Disini ummi letakkan kisah Rumahtangga dakwah yang dibina oleh Ummu Muhammad bersama Suaminya As-syahid Izzuddin Khalil..Sayap kanan tentera HAMAS..Kisah ini sangat menyentuh hati..Bagaimana suasana rumahtangga yang penuh sarat dengan keimanan dan syu'ur perjuangan yang tinggi...



Sahabat-sahabat yang dikasihi, ketika ini isteri Assyahid Izzuddin Khalil (yang dikenali sebagai Ummu Muhammad) bersama tiga orang anaknya masih berada di Malaysia dalam rangka berkongsi pengalaman tentang kehidupannya menjadi isteri kepada seorang syuhada' dalam mempertahankan bumi Palestin. Banyak bahan tarbiyah yang dapat kita pelajari dan banyak perkara aneh yang berlaku sebelum kesyahidannya . Artikel ini saya ambil hasil temubual hidayatullah.com dengan Ummu Muhammad

Sebuah kisah yang ditulis dari penuturan isteri seorang Mujahid Palestin yang dibunuh musuh dengan meledakkan keretanya, hampir enam tahun yang silam





Oleh : Muhammad ‘Isa, Ahmad dan Maulana

Hidayatullah.com--Kisah hidup dan kematian seorang syahid selalu ajaib. Mungkin karena orang-orang yang merindukan mati syahid selalu hidup dengan cara yang sangat berbeda dengan orang kebanyakan.


Asy-Syahid ‘Izzuddin Khalil adalah salah satu komandan Brigade Al-Qassam, sayap tentera Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah) yang bermukim di Damsyik, Syria . Hamas merupakan organisasi terbesar yang menghimpun berbagai kekuatan rakyat Palestin yang berjuang demi kemerdekaan tanah waqaf milik umat Islam sedunia itu, serta pembebasan Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam dan terminal Rasulullah Saw ketika melakukan isra' dan mi'raj.


Kisah ini merupakan hasil temubual dengan Feryal Ahmed Nemr Zienou, 35 tahun, istri Asy-Syahid ‘Izzuddin Khalil yang ditemui Hidayatullah.com di Damsyik


‘Izzuddin merupakan salah satu pengawal pertama Syeikh Ahmad Yasin dan ikut serta dalam menubuhkan Hamas tahun 1986-87. Penglibatannya dengan Hamas dan sayap tentera Al-Qassam menjadi suatu rahsia seminggu selepas mereka menikah, barulah Feryal mengetahui kalau suaminya seorang komandan Al-Qassam. Nama lengkapnya ‘Izzuddin Syubhi Al-Syeikh Khalil, lahir di Gaza, 23 Agustus 1962, menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat master di bidang Ushuluddin di Universiti Islam Gaza. Pekerjaan sehari-harinya ketika menikah dengan Feryal berdagang buku. Menurut Feryal, sama sekali tidak terlihat penampilannya sebagai seorang tentera.


Barangkali karena pengalamannya di usia belia pernah berjihad di Afghanistan, ‘Izzuddin ditugaskan oleh para pemimpin Hamas untuk mengumpulkan, membina dan melatih para pemuda Muslim di seluruh Palestin, baik di Gaza, Tepi Barat, maupun seluruh kawasan Palestin yang sepenuhnya dijajah Israel. Tujuannya untuk menjadikan para pemuda itu Mujahidin pembela tanah suci para Nabi dan Masjidil Aqsha.


Rahsia Pengantin


Feryal sendiri waktu itu seorang gadis dari sebuah keluarga yang taat menjalankan syariat Islam. Salah satu hasrat di hatinya adalah keinginan untuk kelak menikah dengan seorang Mujahid fii Sabilillah. Namun ketika menerima lamaran ‘Izzuddin, Feryal mengaku . dia sama sekali tidak tahu kehidupan Jihad laki-laki yang melamarnya itu. Bila ditanya “Kenapa anda menerima lamaran padahal belum jelas ‘Izzuddin seorang Mujahid atau bukan?” Perempuan yang murah senyum itu menjawab, di Gaza, waktu itu, kalau ada orang laki-laki yang rajin ke masjid, berakhlak baik, berilmu agama mendalam, berpenampilan rapi dan menjaga pergaulannya sesuai syariat Islam, hampir bisa dipastikan bahwa dia seorang Mujahid.
“Tapi saya sama sekali tidak mengira kalau dia seorang komandan dan sangat dekat dengan Panglima Para Mujahidin Palestin , Syeikh Ahmad Yasin,” tegasnya sambil tersenyum lebar.


Feryal mulai mencium sesuatu yang mengherankan sejak hari pertama pernikahan. Setiap kali pergi shalat subuh berjama’ah di masjid, ‘Izzuddin selalu pulang terlambat, yaitu ketika matahari sudah sepenggal naik, sekitar waktu dhuha. Feryal tak tahan untuk bertanya. Maka dijelaskanlah oleh ‘Izzuddin, bahwa sesudah shalat shubuh ia bertugas keliling membina para pemuda di berbagai tempat, baik pembinaan ruhiyah, keilmuan, maupun ketenteraan.


Betapa gembiranya Feryal mendengar penjelasan itu. Pengantin baru yang usianya lebih muda 13 tahun dari suaminya itu merasa Allah mengabulkan doanya selama ini, agar dinikahkan dengan seorang Mujahid. Namun rahasia itu tetap terjaga rapat diantara mereka berdua. Baru setahun kemudian, keluarga Feryal pelan-pelan mengetahui kenyataan bahwa ‘Izzuddin seorang Mujahid dengan amanah yang penting.


Terbukanya rahasia itu adalah ketika pada tahun 1992, ‘Izzuddin ikut ditangkap dan dibuang selama setahun oleh Zionis Israel ke Marj Az-Zuhur, sebuah kawasan bukit yang tidak bertuan di perbatasan Lebanon dan Palestin, bersama 413 orang pemimpin Jihad lainnya seperti Dr. Abdul Aziz Ar-Rantisi. Selama setahun mereka tinggal di kemah-kemah darurat di lereng-lereng bukit. Musim dingin berselimutkan salji , musim panas dipanggang matahari. Sejak Feryal mengetahui kedudukan suaminya sebagai komandan Jihad, setiap hari, setiap shalat fardhu sampai syahidnya ‘Izzuddin , atas permintaan suaminya itu, Feryal mendoakan agar suaminya dianugerahi Allah mati syahid di Jalan Allah.


Bagi Feryal, ‘Izzuddin adalah seorang suami, sahabat, sekaligus ayah bagi anak-anaknya yang selalu jujur dan ikhlas. “Berat,” demikian kata Feryal, ketika ditanya bagaimana perasaannya setiap kali berdoa agar suaminya mati syahid,


“tapi di saat yang sama saya yakin Allah akan mengganti cinta yang saya persembahkan kepada-Nya ini dengan sesuatu yang lebih hebat.” Janji-janji Allah untuk kemuliaan syahid seakan-akan nampak nyata di depan matanya saat berdoa.


Tentu ada yang bertanya, kenapa tidak berdoa agar dimatikan syahid bersama-sama? Jawaban Feryal jelas dan mantap, “Karena, jika suami saya syahid, lalu saya tetap istiqamah menjalankan amanah-amanah yang tertinggal, termasuk membesarkan anak-anak, maka Allah menjanjikan kemuliaan yang lebih besar lagi bagi kami sekeluarga.”


Dua Isyarat


Sesudah ‘Izzuddin syahid, hidup terasa lebih berat bagi Feryal karena seluruh keluarga dari pihaknya dan pihak suaminya ada di Gaza, sedangkan dirinya di Damsyik yang terpisah oleh jarak ratusan kilometer dan blokade militer. Namun ada dua kenangan manis sebelum ‘Izzuddin mati syahid, yang selalu membuatnya bangkit lagi semangatnya. Yang pertama, kira-kira satu bulan sebelum syahidnya ‘Izzuddin, mereka bekunjung ke rumah seorang sahabat dalam sebuah acara silaturrahim. Sebagaimana seharusnya, Feryal bercengkerama dengan teman-temannya sesama Muslimah di sebuah ruangan, dan ‘Izzuddin dengan teman-teman Muslimnya di ruangan lain.


Dalam suatu kesempatan, Feryal berjalan melewati pintu ruangan laki-laki dan sekelebat menyaksikan pemandangan yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Dia melihat di kening suaminya tertulis kata-kata dalam khat Arab, “Asy-Syahid” (Sang Syahid).


Tatkala penglihatannya itu ia sampaikan kepada ‘Izzuddin dalam perjalanan pulang, serta-merta suaminya meminggirkan mobil yang sedang dikemudikannya, lalu turun dan berdiri di samping mobilnya, menengadahkan tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, taqdirkanlah penglihatan istriku itu atas diriku.”
Sudah sewajarnya, Feryal bertanya kepada ‘Izzuddin, “Kalau kamu syahid, kami bagaimana?” Dijawab oleh ‘Izzuddin, “Ada Allah, dan Allah lebih baik dari saya.”


Peristiwa kedua yang tak akan pernah dilupakannya, terjadi hanya beberapa menit sebelum syahidnya sang Kekasih. Hari itu Ahad, 26 September 2004. Feryal tengah sibuk menyiapkan sarapan bagi suaminya yang akan berangkat kerja. Tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk. Seorang perempuan, tetangga, mampir membicarakan hal-hal remeh, tapi di ujung pembicaraan yang hanya sebentar itu, si Tetangga bertanya, “Saudariku, kamu menyembur apa didalam rumah,? Dari tadi kami mencium bauan yang sangat wangi , tercium sampai ke rumah kami...”


Feryal memang selalu mengusapkan wewangian sebelum suaminya berangkat dari rumah, tetapi pagi itu dia ingat betul belum melakukannya. Ia sama sekali tidak berpikir bahwa wewangian itu adalah sambutan bagi syahidnya Si Suaminya beberapa menit kemudian.


Sesudah jiran itu berlalu, Feryal kembali menyiapkan meja makan. Sarapan khas negeri Syam, khubz (roti lebar), minyak zaitun, za’thar (serbuk rempah-rempah dan biji wijen), humus (selai kacang berbumbu), keju dan secangkir teh kental manis. Suaminya hampir tidak menyentuh makanan, lalu berkata bahwa dia sedang terburu-buru sambil minta tolong diambilkan pasport, untuk mengurus perjalanan umrahnya.


Suaminya pergi. Pintu rumah ditutup. Kurang lebih dua menit berlalu, ketika tiba-tiba Feryal mendengar suara letupan yang kuat. Dinding apartemennya bergetar. Dinding ruang kelas sekolah kedua anaknya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya juga bergetar. Anak-anak mereka, Hiba, waktu itu berusia 10 tahun, dan Muhammad, waktu itu berusia 7 tahun, keduanya mengaku mendengar ledakan itu dari sekolahnya. Hadil baru berusia 2,5 tahun bersama ibunya di rumah.


Di dada Feryal langsung berdesir, “Pasti itu ‘Izzuddin...” Ia berlari ke jendela apartemen yang terletak di lantai empat, sejurus disingkapnya tirai, disaksikannya jip Pajero berwarna silver tahun 1995 milik suaminya sudah hancur dan masih mengobarkan api.


Tidak Menangis


Ibu tiga anak berusia 29 tahun itu tidak menangis. Ia segera mengenakan hijabnya dan berpakaian serapi mungkin menutup aurat, sebelum kemudian meluncur turun ke tempat kejadian. Setelah memastikan bahwa suaminya telah syahid, Feryal naik lagi ke atas, menelepon istri seorang pemimpin Hamas, Dr Musa Abu Marzuq, Wakil Kepala Biro Politik. Setelah memberi kabar tentang apa yang terjadi atas suaminya dan menjelaskan lokasi rumah mereka, Feryal mematikan telepon.


Kemudian ia berwudhu dan melaksanakan shalat dua raka’at. Ia memanjatkan doa agar syahid suaminya diterima oleh Allah dan bersyukur Allah telah memilih suaminya sebagai salah satu lelaki terbaik. Ketika ditanya, apa yang dirasakannya saat itu, Feryal menjawab dengan tersenyum, “Hati saya seperti diiris-iris, sakit, tetapi pada saat yang sama saya merasa sangat berbahagia karena doa saya setiap hari dikabulkan oleh Allah.”


Seorang saksi mengatakan, ‘Izzuddin sempat memundurkan keretanya itu sebelum meledak. Para penyeledik Hamas mengatakan, kereta itu diletupkan dengan bom yang menggunakan remote control. Seselesainya dari shalat, Feryal menyiapkan diri dan rumahnya untuk kedatangan para tamu yang sebentar lagi pasti akan ramai. Banyak diantara yang kemudian datang menangis. Bahkan salah seorang teman perempuannya menangis sampai jatuh-jatuh. “Saya beritahu kepada mereka, jangan menangis, saya tidak menangis karena ini keberuntungan saya dan keluarga saya,” katanya.


Ketika menerima salam dari ratusan tamu itu, Feryal membayangkan malam-malam yang selalu dilewatinya bersama ‘Izzuddin, sepanjang 13 tahun pernikahannya. Sebelum tidur, keduanya selalu saling pandang dan saling bertanya, “Apakah kamu ridha kepada saya?” Keduanya sama-sama saling mengiyakan. Keridhaan itu kini membias pada ketiga anaknya. Hidayatullah.com menemui keluarga ini di rumah mereka dan meminta mereka bercerita satu per satu tentang kenangan mereka akan ayahnya. Tidak ada air mata. Tidak ada sesenggukan. Tidak ada wajah muram. Yang ada senyum bangga dan wajah yang berbinar penuh keberanian.


“Terkadang,” kata Feryal, “anak-anaknya mengatakan, ‘seandainya ayah bersama kita...’ terutama saat berbuka puasa Ramadhan... Tapi saya bilang, ayah selalu bersama kita, bahkan syahidnya ayah memastikan kita akan selalu bersama ayah dalam keadaan yang lebih baik dari keadaan kita saat ini...” Anak-anak itu tersenyum mendengar penuturan ibunya. Bahkan di sepanjang pertemuan dan wawancara dengan kami, anak-anak itu selalu tersenyum, seperti anak-anak yang menerima hadiah sangat istimewa yang tiada habis-habisnya.

Syukurlah hasrat ummi untuk dia mengusap kepala umar..termakbul jua..Ummi minta dia doakan Umar..Banyakla yang ingin ummi minta lagi..Sayangnya ummi tidak fasih berbahasa arab..Sungguh rugi..!


 Bersama Makcik Mawaddah yang sangat menyayangi Umar..


 Sahibah-sahibah ummi..Aisyah, Izwah, fatimah dan khairiah...

-->
Andai perjuangan ini mudah,
Pasti ramai yang menyertainya

Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan

Pasti ramai yang tertarik padanya

Tetapi hakikatnya perjuangan bukan sedemikian rupa..

Turun naiknya, sakit pedihnya

Umpama kemanisan yang tiada terhingga

Andai rebah, bangkitlah semula

Andai terlena, ingatlah janjiNya..
Anakku..Hidup biar berjuang.. 


Wahai tentera Allah bertahanla..Jangan menangis walau jasadmu terluka.......

Monday, May 31, 2010

Perkembangan Flotila Lifelinne 4 Gaza


31 Mei, (01.30tgh waktu Malaysia) – Israel dilaporkan telah merampas 6 buah kapal konvoi Freedom Flotilla. Dilaporkan jumlah kematian meningkat kepada 16 orang dan lebih dari 30 orang cedera ketika pasukan Israel menyerang kapal-kapal Freedom Flotilla pada Isnin (31/5) pagi, menurut laporan dari Radio Tentera Darat Israel. Konvoi kemanusiaan itu diserang ketika menghampiri 65km dari pantai Gaza. Mereka juga berkata kapal-kapal itu sekarang sedang ditarik ke bandar Haifa Israel, bukan ke Asdod untuk mengelakkan wartawan menunggu di sana.

Terdapat juga laporan dari media-media Arab bahawa 9 orang yang meninggal dunia adalah kalangan warga Turki.

Wartawan Al Jazeera, Elshayyal Jamal yang berada dalam kapal Mavi Marmara, mengatakan bahawa tentera Israel telah menggunakan peluru hidup saat mereka memasuki dan merampas kapal.
Sumber dari Prees TV pula melaporkan Syeikh Raed Solah, pemimpin pembebasan Palestin yang turut menyertai konvoi tersebut dilaporkan syahid. Laporan awal mengatakan beliau cedera parah. Walaubagaimanapun media HALUAPalestin masih berusaha untuk mendapatkan pengesahan dari IHH akan laporan kesyahidan beliau.


Menurut wartawan Ayman Mohyeldin dari Al Jazeera yang melaporkan dari Baitulmuqaddis, berkata tindakan Israel itu mengejutkan.
“Semua gambar yang dipaparkan dari para aktivis di kapal-kapal menunjukkan dengan jelas bahawa mereka adalah warga awam dan bertujuan membawa misi kemanusiaan dengan bekalan perubatan di atas kapal. Tindakan Israel ini pasti akan mengejutkan masyarakat antarabangsa atas apa yang telah mereka lakukan.” katanya.

 Brother Azman, Dr.Syed Halim dan sahabat2 haluanpalestin dan Ngo Malaysia


Saat ini ribuan masyarakat Turki mengadakan demonstrasi aman di hadapan kedutaan Israel.
Untuk makluman, seramai 12 orang wakil sukarelawan dari Malaysia berada dalam konvoi kemanusiaan tersebut di atas kapal Mavi Marmara yang diketuai oleh Sdr Noorazman Shamsudin dari HALUANPalestin bersama 4 orang lagi juga dari HALUANPalestin dan baki dari Yayasan Amal Malaysia, Jamaah Islah Malaysia (JIM), Aqsa As Sharif  dan Muslim Care. Manakala 2 orang lagi adalah wartawan dari Astro Awani, Aswad Ismail dan jurugambarnya. Pihak Sekretariat Pengurusan Krisis-Lifeline4Gaz a (CMT-LL4G) Malaysia masih belum menerima sebarang berita akan situasi dan keadaan mereka di sana memandangkan jalur perhubungan dengan pihak kapal telah terputus.

 Dr.Syed Haleem


Marilah sama-sama kita berdoa agar diselamatkan sukarelawan NGO yang berada diatas kapal dan Allah swt sentiasa memberikan keselamatan dan kebaikannya kepada mereka.  Walau apapun yang berlaku diharapkan mereka sentiasa ikhlas dan mendapat  keredhaan dari Allah swt




KENYATAAN MEDIA
Isnin 31hb Mei 2010


GESAAN KEPADA KERAJAAN DAN RAKYAT MALAYSIA MENGUTUK SERANGAN ISRAEL KE ATAS FLOTILA MISI BANTUAN KEMANUSIAAN LL4G KE GAZA

Perkembangan terkini flotila Lifeline4Gaza

1. Sebagaimana yang dimaklumi 7 buah kapal yang menyertai konvoi
bantuan kemanusiaan antarabangsa ke Gaza sedang belayar menuju ke
perairan Gaza melalui Laut Mediterranean. Konvoi ini diketuai oleh
sebuah NGO daripada Turki iaitu Insani Yardim Vakfi (IHH). Maklumat
terkini ialah kapal induk Mavi Marmara telah diserang oleh angkatan
laut Israel. Akibat dari tindakan biadap ini 3 orang sukarelawan telah
terkorban dan 30 lagi mengalami cedera parah.

2. Seramai 12 orang sukarelawan bersama-sama petugas media daripada
Malaysia turut menyertai konvoi bantuan kemanusiaan ini. Mereka berada
di atas kapal "Mavi Marmara". Penyertaan mereka bersama konvoi ini
adalah semata-mata atas dasar kemanusiaan.

3. Semua objektif dan pergerakan konvoi ini adalah berpandukan kepada
Resolusi 1860(2009) yang ditetapkan oleh Majlis Keselamatan Pertubuhan
Bangsa-Bangsa Bersatu dan undang-undang maritim lain yang berkaitan.
Antara lain, Resolusi 1860 menyebut antara lain
a) menyeru kepada penghantaran bantuan kemanusiaan kepada Gaza
termasuk makanan, minyak dan kemudahan perubatan,
b) menggalakkan usaha-usaha membuka laluan dan mekanisma lain bagi
tujuan menyampaikan bantuan kemanusiaan yang berterusan,
c) menyeru semua negara untuk menyokong usaha-usaha di peringkat
antarabangsa bagi memperbaiki keadaan kemanusiaan dan ekonomi di Gaza,
dan
d) mengecam semua bentuk keganasan dan serangan terhadap masyarakat
awam dan semua bentuk terorisma.

Semua rakyat Malaysia yang terlibat di dalam konvoi ini berpegang
teguh kepada peraturan dan undang-undang antarabangsa dan pekerti
mulia sesuai dengan aspirasi negara Malaysia.

4. Konvoi ini membawa kira-kira 10,000 tan barangan bantuan. Seramai
lebih 540 orang menaiki kapal Mavi Marmara, termasuk ahli parlimen,
ahli akademik, petugas media, ulamak, seorang kanak-kanak berumur
kurang daripada satu tahun dan juga seorang warga emas berumur lebih
daripada 80 tahun. Tidak ada sebarang bentuk senjata dibawa bersama
konvoi ini walaupun untuk tujuan mempertahankan diri. Fakta ini jelas
menunjukkan bahawa konvoi ini adalah benar-benar sebuah konvoi bantuan
kemanusiaan yang akan disampaikan oleh sukarelawan- sukarelawan dari
kalangan masyarakat awam.

5. Berdasarkan kepada fakta-fakta ini jelas Israel secara biadap telah
melanggar undang-undang antarabangsa. Apatah lagi serangan ini berlaku
di perairan antarabangsa dan dilakukan ke atas sebuah kapal bantuan
kemanusiaan yang tidak bersenjata yang bertujuan aman. Tindakan Israel
menginjak-injak prinsip kemanusiaan ini wajar mendapat kutukan dari
seluruh masyarakat antarabangsa yang cintakan keamanan dan keadilan.

6. Kami dengan ini menyeru supaya kerajaan Malaysia di bawah pimpinan
YAB Dato' Seri Mohd Najid Tun Abd Razak dan juga Datin Seri Paduka
Rosmah Mansor sebagai Penaung kepada Tabung Bantuan Kemanusiaan
Palestin mengeluarkan kenyataan rasmi mengutuk tindakan biadap dan
kejam regim Zionis Israel yang telah bertindak di luar batas
kemanusiaan dengan menyerang sebuah flotila kemananan yang bertujuan
semata-mata untuk menghulurkan bantuan kepada rakyat Gaza yang
teraniaya dan dizalimi sekian lama.

7. Kami juga menyeru PBB supaya mengadakan persidangan tergempar untuk
meluluskan resolusi bagi mengambil tindakan paling tegas ke atas
Israel, termasuk mengheret pemimpin mereka ke muka pengadilan.

8. Kami juga menyeru kepada seluruh rakyat Malaysia untuk menyatakan
bantahan dan kutukan paling keras ke atas Israel serta bersedia untuk
menyokong apa-apa tindakan yang akan disusun seterusnya bagi menangani
isu ini.

9. Kami juga menyeru kepada semua pemimpin-pemimpin politik,
pertubuhan-pertubuh an bukan kerajaan dan rakyat seluruhnya supaya
bergabung tenaga menyatakan sokongan kepada misi penghantaran bantuan
kemanusiaan ke Gaza dan mengenakan tekanan ke atas Israel yang telah
menyerang flotila Gaza sehingga menyebabkan kematian dan kecederaan di
kalangan sukarelawan.

10. Kami seterusnya menyeru agar semua peringkat masyarakat dapat
meneruskan doa dan solat hajat di masjid, surau, jabatan kerajaan,
atau mana-mana tempat lain yang sesuai bagi memohon agar Allah SWT
menjayakan misi bantuan ini dan memberikan kekuatan dan kesabaran
kepada para sukarelawan.

Zulkifli Mohd Nani
Pengerusi
Pasukan Pengurusan Krisis dan sokongan keluarga misi LL4G Malaysia



Dari sumber : HaluanPalestin 

31 Mei – Mavi Marmara, Laut Tengah(10.30pg waktu Malaysia) – Konvoi Freedom Flotilla di serang, menurut laporan televisyen di Turki, 2 orang aktivis meninggal dunia, hampir dari 30 orang cedera.
Laporan dari live streaming IHH bahawa 2 orang yang telah meninggal dunia dan hampir 30 orang tercedera kerana serangan helikopter dari Israel. Belum ada keterangan mengenai siapa yang terkorban dan yang tercederaa tersebut.
Penyerangan yang dilakukan Israel ini dilakukan saat kapal Mavi Marmara sedang berada di perairan antarabangsa.

Seterusnya berita..



Presiden Palestin Mahmoud Abbas menyatakan hari berkabung selama tiga hari di seluruh wilayah Palestin sebagai penghormatan terhadap para korban serangan kejam Israel ke atas konvoi Freedom Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Perdana Menteri Palestin dari HAMAS, Ismail Haniyah juga mendeklarasikan aksi mogok beramai-ramai sebagai tanda berkabung untuk para korban dan tercedera akibat serangan Israel yang terjadi hari ini terhadap para aktivis kemanusiaan. Diantaranya adalah Syeikh Raed Salah, ketua Gerakan Islam di Palestin, yang mengalami luka serius akibat serangan tentera Zionis ke atas kapal-kapal Freedom Flotilla.
Ismail Haniyah juga berkata dalam kenyataannya kepada media bahawa mereka yang bersama konvoi bantuan Gaza sebagai pahlawan bangsa Palestin, dan Hamas mendesak para pemimpin Arab untuk mengambil langkah-langkah praktikal untuk mengakhiri pengepungan Gaza.
Setidaknya 20 orang telah meninggal dunia dalam serangan itu dan masih ada kemungkinan akan terus bertambah serta lebih dari 50 orang lainnya mengalami kecederaan.
“Pemerintah Palestin di Gaza menghormati usaha konvoi armada freedom flotilla untuk memecahkan pengepungan terhadap Gaza,” kata Perdana Menteri Palestin Ismail Haniyah lagi.
“Kami menganggap semua yang terkorban dan tercedera dalam serangan tersebut sebagai syuhada Palestin, syahid atas usaha mereka merobohkan pengepungan terhadap Gaza,” tambahnya
 Sahabat-sahabat HaluanPalestin

Semoga Allah swt melindungi para relawan serta aktivis Misi Bantuan Gaza..Armada kapal yang menghantar bantuan kemanusiaan gaza kini ditawan oleh tentera yahudi israel laknatullah..
Dikhabarkan jumlah kematian terus meningkat..Marilah sama-sama kita mendoakan keselamatan dan kesejahteraan mereka.. Alangkah bahagianya orang2 yang berjuang di jalan Allah....

Monday, May 10, 2010

Sekitar Perhimpunan Perdana..

Sebuah perhimpunan Ummah...

Assalamualaikum Umar..
Perhimpunan Perdana Palestin telah berlalu di malam sabtu yang lalu..
Ia suatu malam yang penuh dengan syu'ur serta rasa izzah terhadap Bumi Barakah Palestin..
Alhamdulillah Allah swt memilih kita untuk hadir ke Perhimpunan Ummah tersebut..
Disana, kita bertemu ramai betul sahabat dan sahibah ummi abi..

Ohya, kita juga berjumpa dengan insan yang istimewa, saudari amal..
mungkin umar boleh panggil 'makcik amal'.. he2..
Kuasa Allah, kita bertemu di gerai jualan..dalam keramaian orang disana, Allah izin, makcik amal ni dapat pula cam ummi dan umar..Subhanallah. Takjub betul ummi rasa pada susunan Allah..[jazakillah ye amal] ..sayangnya...Umar tidur, padahal makcik amal berhajat sangat nak jumpa umar. Mudah2an Allah berikan pertemuan lain yang lebih bermakna..insya-Allah...


Pada ketika kita sampai, Shoutul Harokah sedang bersemangat menyampaikan nasyid2 jihad..Para pemuda dan pemudi juga begitu bersemangat mengibarkan bendera serta banner palestin.. 
Umar pula ?...
Tercengang-tercengang umar melihat keriuhan dan kemeriahan suasana dalam stadium tu.
=) 

Sepanjang disana, kita duduk bersama sahabat baik ummi, Ummu Amar Yassir..Sementara abi pula kena bertugas seketika di bilik rawatan kesihatan KKH. Bersiap sedia kalau2 ada yang memerlukan bantuan kecemasan.



 Kebersamaan terhadap Pembebasan Al-Quds dan Ummat islam Palestin..



NGO-NGO islam berganding bahu



Semangat pemuda...



Persembahan kumpulan Shoutul Harokah...


Bertemu Abg Amar Yassir ..



Sahabat seperjuangan di masa akan datang..biiznillah...







SHAH ALAM, 8 Mei - Hampir 8000 orang telah hadir dalam Perhimpunan Perdana Palestin yang dianjurkan oleh Pertubuhan Himpunan Lepasan Institusi-institusi Pengajian Tinggi Malaysia (HALUAN) bersama-sama dengan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Jemaah Islah Malaysia (JIM), Yayasan Amal, Palestinian Center of Excellence (PACE), Aqsa Syarif, Dewan Pemuda Masjid Malaysia (Dewan Pemuda), Pertubuhan Mawaddah Malaysia dan Viva Palestina Malaysia (VPM).
Perhimpunan dimulai dengan ucapan aluan oleh Pengarah projek LL4G, Tuan Haji Noorazman Mohd Samsuddin. Beliau menjelaskan objektif program LifeLine4Gaza iaitu mempertahankan bumi Al Quds dari penjajah Zionis, memberikan kesedaran kepada masyarakat berkenaan Konvoi Menerobos Tembok Kematian di Gaza, solidariti NGO-NGO dan rakyat yang prihatin dengan Palestin, dan menjadikan Majlis Kemuncak Projek Pengumpulan Dana untuk Konvoi Life Line 4 Gaza. Menurut beliau lagi, aktiviti-aktiviti Life Line 4 Gaza yang dibuat sebelum ini antaranya ialah siri pengumpulan dana dari aktiviti-aktiviti yang dibuat sejak 2 bulan lalu seperti konsert nasyid amal, jamuan makan malam, ceramah-ceramah Palestin di masjid-masjid dan di surau-surau di seluruh negara.
 Laporan Lengkap : Haluansiswa




Mengimbas kembali respon audience ketika Aktiviti Freeze [ Gerak Gempur Gaza ] di Pasar Karat tempoh hari, abi kata ada antara orang ramai disana yang kata, kenapalah kita sibuk sangat tentang Palestin sedangkan di Malaysia sendiri masih banyak rakyat yang menderita kelaparan.. Sebenarnya, kali ini, kita menumpukan lebih perhatian terhadap saudara kita di Palestin kerana gawatnya hak-hak kemanusiaan disana. Gawat yang bagaimana?...terlalu gawat..

Ada sahabat ummi bercerita, Zionis yahudi kini telah menyekat sepenuhnya bantuan makanan, pakaian, ubat-ubatan dan keperluan asas yang lain dari memasuki sempadan Gaza. Secara terang-terangan, adakah ummat islam itu redha apabila melihat saudaranya dibantai habis-habisan oleh yahudi laknatullah ini...? ...adakah kita redha terhadap agenda yahudi untuk melakukan penghapusan etnik ini..? Padahal umar, tanah itu adalah tanah milik ummat islam..orang-orang yang berada di sana, Allah swt sebut dalam Al-quran, mereka adalah orang-orang yang kekal berjuang dan mempertahankan Al-quds...Kita tidak berjuang apa-apa..kerana itu, sahutlah panggilan jihad..korbankan sedikit harta kita untuk menyumbang kepada mereka..tidak banyak, sedikit pun cukup...Kata orang, yang dekat ditimang-timang, yang jauh lagi dikenang..begitulah keadaanya kita...




Nama akaun : "TABUNG PALESTIN HALUAN"
Nombor akaun: 5644 9020 8528
Bank : Maybank Berhad
 ____________________________________
S e k i t a r    K e m p e n   L i f e l i n e    4  G a z a 




Tuesday, May 4, 2010

Bersama Abu Ayyash

Silih berganti menjaga..


Saling bercerita..


Abu Ayyash semakin ceria....


Assalamualaikum pejuang kecil ummi dan abi.
Abi minta maaf kerana telah lama meninggalkan medan catatan buat umar ini. Ini kerana begitu banyak tanggungjawab serta keperluan yang lebih menagih perhatian abi. Saban waktu, saban detik...pekerjaan abi selalu saja mencemburui waktu untuk abi menulis. Namun, insya-Allah bila abi ada masa, abi juga ingin kongsikan terlalu banyak perkara dengan Umar...pengalaman-pengalaman, jerih-pahit merintis jalan-jalan tarbiah ini, semua ini abi tahu..ia akan menjadi bekalanan umar suatu ketika nanti.... Allah saja yang menjadi saksi cita-cita dan impian abi dan ummi pada umar...

Sang Pejuang kecil..Umar Al-Fateh...

Hari-hari sudah, Allah beri kesempatan untuk abi meluang masa bersama seorang peribadi mulia, seorang da'e dari indonesia..yang kehidupannya merantau ke segenap lembah arab ..dari asia ke timur tengah demi merealisasikan impiannya mendokong perjuangan palestina. Abi mengenalinya dengan gelaran Abu Ayyash, sempena anaknya yang kini berusia setahun lebih...betapa hebatnya kisah pengorbanan dan cinta yang terselit pada kehidupan si da'e ini Umar..

Abu Ayyash dimasukkan ke Hospital Serdang kerana demam denggi dalam misinya ke Malaysia sebagai penterjemah kepada Ummu Muhammad serta wakil-wakil palestina. Apa yang menakjubkan abi, sahabat-sahabat kita bergilir-gilir menjaganya..siang dan malam..tanpa sedikit pun membiarkan abu ayyash keseorangan di tempatnya. nah, umar lihatlah betapa hebatnya kasih sayang yang terbina di antara orang-orang mukmin. Tanpa ikatan saudara, tanpa ikatan kekeluargaan, atau ikatan atas apa-apa kepentingan, orang-orang mukmin itu saling berkorban dan menjaga kepentingan sahabatnya sama seperti mereka menjaga diri mereka sediri. Bahkan lebih dari itu ! ....


Banyakla pengalaman yang hendak abi ceritakan...

Umar, ada satu kisah yang membuatkan abi terharu..kata abu ayyash, sepanjang perkahwinannya dengan isterinya, hanya 6 bulan saja dia bersama dengan isterinya. Pada awalnya, begitu susahnya untuk dia explain tentang perjuangan dan cita-citanya kepada isterinya meskipun mereka memiliki fikrah yang sama.. macam-macam penjelasan yang diberikan..tetapi dia yakin, dengan keikhlasan dalam perjuangan islam, Allah permudahkan segalanya..Sehinggalah isteri dia meredhainya.. Alhamdulillah sekarang ini, isterinyalah yang menjadi pendokong kuat perjuangannya...


Abi juga teringat bagaimana abu ayyash bercerita ttg anaknya ayyash, pada ketika anaknya lahir, dia berada di malaysia, membawa misi palestina bersama wakil palestin.. Betapa kuatnya rindu hati seorang ayah untuk melihat anaknya. hanya selepas seminggu, barulah dia dapat jumpa anaknya. Ayah serta ibu mertuanya hanya sambut hambar kepulangannya,  tetapi isterinyala yang menguatkannya.. Alhamdulillah anaknya sekarang sudah berusia setahun, sepanjang tempoh itu hanya 3 bulan saja dia berkesempatan bersama anaknya. Apa yang abi kagum, anaknya cepat dapat berjalan, bercakap..dan sekarang sudah mampu memanggil 'abi' meskipun dia jarang sekali bersama. 


Diceritakan juga pada abi sebuah kisah sahabat dimana dia telah meninggalkan rumah untuk berjuang di saat anaknya baru saja lahir, sehinggalah 25 tahun kemudian, dia kembali dan sebelum pulang ke rumah, dia solat di sebuah masjid. Waktu tu, dia terfikir.. seandainya perjalanan tarbiah anaknya lancar, anaknya mungkin sebesar pemuda itu dan mampu menjadi imam dan pendakwah seperti pemuda itu. Apabila dia tiba di rumah, rupa-rupanya pemuda itu adalah anaknya..masya-allah begitulah hebatnya jagaan Allah...kata abu ayyash lagi, bilamana kita berada di jalan Allah..insya-Allah, Allah akan permudahkan perjalanan tarbiah ahli keluarganya.
Umar tahu, kemudian abu ayyash berdoa  agar Allah permudahkan perjalanan tarbiah anaknya juga dan anaknya juga menjadi seorang mujahid..

begitulah menariknya kisah ini Umar...

Kerana dakwah dan tarbiah..hati seseorang itu tidak merasa gentar dan ketakutan..malahan sentiasa lapang dan tenang..Meskipun berjauhan, dia yakin Allah itu lebih baik jagaannya dari dia sendiri..tetapi itulah ajaibnya orang mukmin ni umar..semua perkara baik baginya..Sepanjang abi bersamanya beberapa kali, menjaganya diwaktu dia kritikal sehinggala disaat abi mampu melihat senyuman dan tawanya..abi tidak pernah mendengar dia mengeluh atau susah hati..wajahnya sentiasa tenang dan senyum.. Katanya sakitnya itu adalah tarbiah..Dia tidak pernah berhenti kerja, rehat selama tempoh ini..iaitu hampir seminggu..Itulah, mungkin hikmah Allah untuk abi dan sahabat-sahabat disini berkongsi pengalaman tarbiahnya..dengan itu, katanya juga dapat lebih taaruf..hebatnya kasih sayang orang mukmin.

Insya-Allah..jika ada kelapangan waktu abi akan sambung lagi nanti..Hari ni, Allah izin abu ayyash telah discharge dari ward..

Pesanan abi...
semoga umar juga akan membesar menjadi seorang mujahid. Abi sedikit pun tidak rasa kesal atau ragu-ragu terhadap kata-kata ini..Ia adalah doa abi dan ummi buat umar..Mudah-mudahan umar menjadi generasi baru yang lebih baik dari generasi sebelumnya....


Bersama-sama, ustaz abd.rahim, ust raja'ie..

Monday, April 19, 2010

Our Urgency !!

Lifeline 4 Gaza | Break The Siege
 
Lifeline 4 Gaza, atau Talian Hayat Untuk Gaza adalah satu usaha kerjasama di antara NGO-NGO di Malaysia untuk menyertai kempen antarabangsa bagi menembusi kepungan Israel terhadap Gaza. Lifeline 4 Gaza akan bergerak bersama Free Gaza Movement yang berpangkalan di Cyprus, IHH di Turki, MERC dan Kispa di Indonesia dan NGO-NGO lain dari USA, Greece, Perancis, Sweeden, Jerman, Itali, Venezuela dan lain-lain.

Konvoi tersebut dijangka akan berlepas dari Istanbul pada 15 Mei 2010, disertai 20 kapal dan bot kargo. Konvoi kemanusiaan terbesar di dunia ini akan membawa bantuan asas keperluan seperti bahan pembinaan hospital, bahan perubatan, peralatan sekolah dan bahan-bahan makanan. Mereka juga akan diiringi oleh tokoh-tokoh politik dan tokoh-tokoh kemanusiaan sedunia yang prihatin terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.





KEPUNGAN

Rejim Zionis Israel telah membina Tembok Kematian di Gaza dan Tebing Barat, yang telah menjadikan Gaza sebagai penjara terbesar di dunia. Tembok yang setinggi 8-12 meter dan sepanjang 850 km itu menjadi senjata utama Rejim Zionis untuk “membunuh” penduduk Gaza serta mencengkam mereka secara perlahan-lahan. Tembok itu telah digunakan untuk menghalang kemasukan bahan-bahan keperluan asas kehidupan termasuk makanan, minyak, bahan perubatan dan lain-lain. Gaza tidak hanya menjadi penjara terbesar tetapi hak untuk hidup rakyat Gaza juga telah dinafikan. Zionis ganas ini telah menggunakan kekuatan lobi mereka untuk menyekat dan melaksanakan embargo ke atas Gaza dengan dokongan Amerika Syarikat, Britain dan kuasa-kuasa besar dunia.
Tidak cukup dengan embargo dan Tembok Kematian, pihak Zionis juga telah menyerang Gaza pada 27 Disember 2008 selama 23 hari. Serangan yang amat brutal itu telah menggunakan senjata-senjata terlarang seperti bom fosforus, peluru uranium dan lain-lain. Mereka telah menggugurkan lebih daripada 1.5 juta kilogram bom dari semua arah iaitu daratan, lautan dan udara.

Hampir keseluruhan infrastruktur utama bandar Gaza hancur. Banyak bangunan-bangunan penting seperti pusat pentadbiran kerajaan, hospital, universiti, masjid, gereja, sekolah, janakuasa elektrik, bekalan air bersih dan lain-lain telah hancur akibat serangan rejim Zionis tersebut yang jelas telah mensasarkan keperluan orang awam.


Kapal kargo, Gazze yang baru dibeli oleh IHH dengan harga USD 850,000 dan berkapasiti 3150 tan.


Misi


Kini, IHH dengan sokongan penuh kerajaan Turki dan NGO-NGO antarabangsa dari lebih 17 buah negara lain telah memulakan usaha untuk melaksanakan konvoi talian hayat Gaza yang ke-4 iaitu Lifeline4Gaza selepas kejayaan misi ke-3 konvoi Viva Palestina. Ia merupakan satu usaha besar-besaran yang akan merentasi Laut Mediterranean bermula dari Istanbul, Cyprus dan akhirnya terus ke Gaza mengikut jalan laut. Konvoi ini akan membawa lebih daripada 20 buah kapal dan bot.

Kempen ini akan diketuai oleh Perdana Menteri Turki sendiri, Recep Tayyip Erdogan. Bantuan tersebut akan dibawa terus ke Gaza dengan menggunakan hubungan diplomatik kerajaan Turki yang memang mempunyai Perjanjian Keselamatan dengan rejim Israel semenjak peperangan dunia yang ke-2 lagi. Mengikut butiran perjanjian tersebut, Israel tidak boleh mengganggu kapal-kapal daripada Turki.

Konvoi ini amat penting kerana sekiranya ia berjaya maka kapal-kapal tersebut akan digunakan untuk menghantar semua barangan keperluan Gaza dari semasa ke semasa. Ini bermakna sekatan embargo Israel ke atas Gaza akan terangkat walaupun Tembok Kematian Israel masih berdiri utuh.

Lifeline 4 Gaza mensasarkan untuk mengutip RM 10 juta bagi membiayai pembelian kapal,kargo, dan barang keperluan yang akan disumbangkan kepada mangsa-mangsa keganasan Israel di Gaza.


 Keratan akhbar Sinar Harian 14 April 2010 sewaktu majlis pelancaran Lifeline 4 Gaza.

Apa Tindakan Kita

1.  Hulurkan sumbangan. Bantuan kewangan dan segala bentuk derma merupakan keutamaan ketika ini.

2.  Sebarkan maklumat mengenai misi ini kepada keluarga dan rakan-rakan di Malaysia. Dengan kemajuan teknologi hari ini, penyebaran maklumat menjadi perkara yang amat mudah.

Untuk mereka yang berada di Malaysia, sumbangan boleh disalurkan kepada mana-mana NGO yang bergabung di bawah Lifeline 4 Gaza, atau terus ke akaun bank Lifeline 4 Gaza:

Nama akaun : “TABUNG PALESTIN HALUAN”
Nombor akaun: 5-644-902-085- 28
Bank : Maybank Berhad



Diharapkan usaha seperti ini akan dapat melahirkan generasi Malaysia yang prihatin terhadap isu kemanusiaan, dan yang lebih penting dapat menginsafi nikmat kemerdekaan yang mereka kecapi selama ini.



Sahabat-sahabatku..
Mari kita membantu PALESTIN..

Permasalahan Palestin adalah Permasalahan Ummah ...
Marilah BERJIHAD..
Di bumi ini dulunya berlegar-legar para Rasul-rasul Allah..
Tempat berkumpulkan alim-alim ulama..
namun kini, negeri ini terluka..
Saudara kita menderita dibantai yahudi laknatullah..
Ini medan jihad kita..
bantu mereka dengan segenap kekuatan yang kita ada..

M e n d e r m a l a h   u n t u k   s e b u a h    k e h i d u p a n   d i   P A L E S T I N  . .